Suara sepatu Levon menapak aspal dengan suara yang keras saat ia turun dari mobil. Udara malam terasa berat, bercampur bau besi dan ketegangan yang nyaris bisa disentuh bahkan oleh tangan kosong sekali pun. Sorot matanya tajam dan bengis. Ia merapikan jas mahalnya yang sedikit kusut, gerakannya singkat dan dingin, seolah kerutan kecil itu adalah satu-satunya gangguan yang masih ia izinkan. Tanpa berkata apa pun, Levon melangkah ke belakang mobil. Bagasi terbuka dengan bunyi logam yang keras. Klik! Di dalamnya, tersusun rapi tas-tas hitam yang berat, penuh, dan tentu saja ... mematikan. Levon meraih salah satunya. Lalu tanpa ragu, ia melemparkannya ke tanah dengan kasar. Bunyi dentuman senjata yang saling beradu di dalamnya pun menggema. “Ambil apa pun yang bisa kalian ambil!” serunya

