Shanum menatap pada orang tuanya, dan dia tersenyum pada orang tuanya, dan dia melihat pada Aliqa yang sangat tenang sekali di pangkuan ibunya, dia berjalan mendekati ibunya, dan dia langsung mengambil tubuh Aliqa dari pangkuan ibunya. “Aliqa sayang,” ucap Shanum, membuat Aliqa tertawa kecil mendengar ucapan ibunya yang memanggil namanya. Shanum tertawa dengan anaknya yang ikut tertawa, dia memainkan tangan anaknya, dan dia mencium tangan anaknya, dan dia melihat pada Gilang yang keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju dapur. Gilang kembalib ke ruang tengah, dan dia membawa satu gelas kopi yang dibuat oleh dirinya tadi, dan dia berjalan mendekati Shanum dan duduk di samping Shanum. Gilang mencium pipi anaknya, yang membuat Aliqa yang dicium oleh ayahnya tertawa kecil, dan dia menge