Bab 41

1880 Kata

Cahaya matahari pagi perlahan menyusup melalui tirai tipis kamar utama villa. Udara Puncak yang dingin membuat ruangan terasa tenang dan sunyi, hanya suara angin lembut yang bergerak di antara pepohonan di luar jendela yang sesekali terdengar. Murni terbangun perlahan, matanya membuka sedikit demi sedikit ketika cahaya hangat itu menyentuh wajahnya. Ia menghela napas pelan, tubuhnya masih terasa lemah seperti biasa, tetapi pagi itu ada perasaan tenang yang menyelinap di hatinya. Dalam pikirannya, ia percaya bahwa semalam Tora akhirnya tidur bersama Kirana. Pikiran itu membuatnya tersenyum tipis, walaupun jauh di dalam hatinya masih ada rasa perigh yang samar. Ia memang istri pertama Tora, wanita yang telah menemaninya bertahun-tahun, tetapi ia juga sadar bahwa hidupnya tidak akan berlangsu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN