Mall yang ramai dengan orang berlalu lalang tidak menarik bagi Kiara. Saat ini perhatiannya tertuju sepenuhnya pada Samuel yang menatap intens padanya. Kiara bisa merasakan remasan lembut di pinggang dan membuat tubuhnya sedikit gemetar. Campuran antara geli dan aneh karena tidak biasanya Emilio begitu posesif dengannya. Kiara menelan ludah, berusaha tetap tenang dan mengupayakan senyum semanis mungkin. Bukan untuk memikat Samuel tapi demi Emilio yang sudah percaya padanya. Ujung mata Kiara menangkap reaksi Tiffany yang terlihat sama gelisah serta kaget seperti dirinya. Tidak heran memang, bertemu di tempat seramai ini tanpa direncanakan adalah hal paling tidak diduga oleh Kiara. “Hai, Samuel!” Kiara berusaha mengeluarkan suaranya yang seriang mungkin. “Apa kabar? Kenalkan ini Pak Emil

