Beberapa bulan kemudian. “Huhh..” “Huhh..” Nafas Clarissa terengah. Padahal ia hanya berjalan beberapa meter dari tempatnya berdiri saat ini. Ia menghirup udara sebanyak mungkin lalu menghembuskan secara perlahan. Ia melakukannya berulang kali untuk mengembalikan pernafasannya. Darren menyeka keringat yang membanjiri kepala istrinya. “Istirahat dulu, yuk!” ajaknya “Nggak mau.” “Tapi kamu kelelahan, sayang. Bahkan keringat kamu sudah banjir.” “Nggak papa. Clarissa masih kuat, mas.” “Semangat!” ucapnya sembari mengangkat tangannya. “Huhh..” Darren menghela nafas kasar. Ia merasa kasihan melihat istrinya kelelahan. Semenjak hamil Clarissa mudah lelah, apalagi kandungannya saat ini berusia tujuh bulan. Dua bulan lagi Clarissa akan melahirkan buah hati mereka ke dunia. Karena

