Keesokan harinya “Oee.. oee..” tangis Arkana “Enghh..” Clarissa merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Ia menatap ke arah box bayi saat mendengar suara tangisan bayinya. Clarissa menghampiri putra tampannya dengan senyuman manis di bibirnya. “MasyaAllah, putra Bunda sudah bangun ya!” “Selamat pagi, Putra Bunda!” sapa Clarissa sembari menggendong putranya, Arkana. Cup “Selamat pagi juga, Bunda!” sapa Darren tiba-tiba sembari mencium pipi Clarissa. “Eh,” Clarissa terkejut melihat kedatangan suaminya. Darren memeluk istrinya dari belakang sembari tersenyum manis. Ia menatap putranya yang ada di gendongan sang istri. Wajahnya memerah karena menangis. Pasti putranya merasa haus. Setelah menjadi Ayah, Darren mulai menyadari satu per satu jika menjadi Orang Tua bukanlah hal y

