Dua bulan kemudian Tidak terasa usia pernikahan Darren dan Clarissa sudah menginjak dua bulan. Keluarga kecil mereka tumbuh semakin harmonis dan bahagia. Doa dan harapan untuk segera mendapatkan momongan tidak pernah terlewatkan. “MAS, BEKALNYA!” teriak Clarissa sembari berlari mengejar suaminya Darren berhenti berjalan ketika mendengar teriakan istrinya. “Iya, sayang!” “Mas Darren melupakan bekal dari Clarissa.” “Astagfirullah. Maaf, ya!” “Mas buru-bur makanya lupa. Terima kasih udah diingetin.” Clarissa mengangguk sebagai jawaban. “Yaudah, tapi lain kali yang sampai kelupaan lagi, mas! Untung saja Clarissa ingat.” “Iya, sayang.” “Yaudah, mas berangkat dulu, ya! Kamu hati-hati di rumah.” “Iya, mas. Mas Darren hati-hati di jalan, dan jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya.”

