Darren tersenyum manis merasakannya. “Sekarang giliranku!” batinnya berucap Darren memegang tengkuk Clarissa lalu mulai menggerakkan bibirnya, hal itu membuat Clarissa terkejut. Baru hitungan detik bibir keduanya menempel dan Darren langsung bertindak. “Emhh..” lenguh Clarissa Keduanya terlihat begitu menikmati. Bibir mereka menyatu sempurna tanpa jarak sedikitpun. “Huhh..” Darren melepas bibirnya lalu beralih menyatukan kening keduanya. Mereka saling melempar senyum sembari mengatur nafas yang tidak beraturan. Darren mengusap bibir istrinya yang basah karena perbuatannya barusan. “Butuh oksigen lagi?” Clarissa menggeleng pelan. “Enggak, mas. Sudah cukup!” Darren terkekeh geli mendengar jawaban istrinya. “Kalau butuh nafas mas siap memberikan nafas buatan.” “Udahhh!” rengek

