Clarissa mengelus kepala suaminya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Meskipun mereka menikah sudah cukup lama, tapi hal itu tidak membuat keromantisan mereka hilang. Justru hubungan keduanya semakin harmonis dan bahagia. “Boleh mas berbaring di sini?” tanya Darren sembari menepuk kaki istrinya. “Boleh, mas.” Darren tersenyum. Ia membaringkan kepalanya di pangkuang sang istri tercinta. Ia bisa dengan leluasa menatap wajah cantik istrinya dari bawah. “Kamu selama mas pergi ke Luar Kota bagaimana? Apa adik suka rewel?” Clarissa menggelengkan kepalanya. “Enggak, mas.” “Tapi setiap malam adik selalu nendang sampai perut Clarissa kram. Mungkin adik tahu kalau Ayahnya sedang pergi ke Luar Kota.” “Oh, ya?” Clarissa mengangguk lucu. Darren beralih memiringkan tubuhnya. Ia menghadap

