Sepulang kerja, Belva dikejutkan oleh koper-koper yang berada di ruang tengah. Dia melihat Zayn yang masih menatanya. Mata Bibi Mila tampak sendu, begitu pula dengan Suster. “Zayn, kamu mau ke mana?” tanya Belva. “Bukan urusan kamu!” “Zayn aku enggak menyakiti Baba, tadi aku justru membantu memegang kursi roda agar enggak terjatuh!” Zayn masih diam tak bergeming. “Suster, bantu jelaskan,” rengek Belva. Zayn berdiri dan memandang suster dan Belva bergantian. “Saya sudah jelaskan, Bu tapi pak Zayn berkata bahwa saya menutup-nutupi,” ucap Suster itu seraya menunduk. “Zayn! Tolong pikirkan lagi, aku memang pernah membenci Baba, tapi enggak ada niatku sedikit pun untuk menyakitinya.” “Terlambat Va, semua sudah terlambat! Baba meminta kembali ke Turki, mulai saat ini kamu akan bebas l