"Selamat pagi, Sayang!" Kien yang sudah rapi dengan baju kerjanya menghampiri sang istri yang sibuk menyiapkan sarapan di atas meja makan. Satu kecupan singgah di pipi mulus Ulia, sebelum Kien menarik kursi untuk dia duduki. "Pagi," jawab Uli disertai dengan senyuman yang sangat manis. Pagi-pagi sudah disuguhi seulas senyuman oleh sang istri, mendebarkan jantung Kien. Merasakan jatuh cinta berkali-kali pada sosok wanita yang sama, selama tujuh belas tahun ini. Wanita baik dan selalu setia menemani di saat suka ataupun duka. Wanita hebat yang sudah melahirkan dua orang putra untuk dirinya. Siapa lagi jika bukan Ulia Ariska. Di usia yang tak lagi muda, kecantikan istrinya tak pernah luntur. Selalu terlihat awet muda sebab Uli terus saja merasa bahagia dalam hidup di tengah-tengah keluarga

