C.7

537 Kata

Hiasan kepalanya sudah terlepas semua kecuali hijab dan ciput yang berwarna merah. Gamis Abaya merah marun juga masih di pakai Bulan. Lega rasanya telah melepas smeua pernak pernik di kepala yang membuat sakit kepala itu. Ikhsan meletakkan semua hiasan kepala dan ronce melati di meja rias lalu kembali menghampiri Bulan kembali. "Apa perlu di bantu buka hijabnya? Lalu bajunya?" tanya Ikhsan begitu serius. Bulan mengangkat wajahnya dan melotot tajam ke arah Ikhsan ambil memegang rapat gamis abaya di bagian depan. "Gak usah Pak Ustad," jawab Bulan begitu lantang dan sedikit ketakutan. Bulan belum siap kalau untuk soal yang satu itu. "Gak apa -apa lho. Dengan senang hati melakukannya," ucap Ikhsan sambil mengulum senyum. "Gak Pak Ustad. Bulan bsa sendiri," ucap Bulan dengan cepat lalu be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN