Ikhsan tersenyum dan menjawil hidung Bulan yang tertutup cadar. "Pinter ngeles ya, sekarang," ucap Ikhsan lalu menikmati es krim itu sambil emnatap pemandangan yang indah. Bulan berulang kali meggeser cadarnya untuk menikmati es krim tersebut. Rasanya sungguh enak dan berbeda dengan es krim buatan asli negaranya yang cepat meleleh. Es krim ini cukup kuat untuk tidak mmelelh dengan bentuk yang masih sama seperti tadi. "Ternyata, Mesir itu seindah ini," ucap Bulan pada IKhsan. "Hu um ... Indah sekali. Ini baru beberapa tempat di Pusat kota. Masih banyak tempat lain yang harus kamu kunjungi sayang. Kamu pasti menyukai dan mengagumi kota ini," jelas Ikhsan pada istrinya. "By ... Kalau Bulan memilih tidak melanjutkan sekolah tetapi mengambil paket saja, Gimana? Biby setuju atau tidak?" tan

