Aksara dan Aruna saling melirik dan menatap dalam, selama beberapa detik. Lalu mereka serentak kembali menatap Jeni, Mama Aksara. "Kenapa? Kalian kok malah bengong begitu?" tanya Jeni tersenyum simpul. Aksara menggelengkan kepalanya pelan. "Mama sehat kan? Mama gak apa -apa kan?" tanya Aksara bingung. Ia benar -benar bingung. Baru beberapa hari, Jeni berada di rumah ini dan sekarang sudah kembali ke setelan awal seperti dulu. Bukan Aksara tidak senang. Ia malah bahagia tapi agak terkejut saja. Masih tidak percaya kalau semua ini berubah terlalu cepat. "Aksara ... Mama itu sudah sembuh. Mama itu sehat -sehat saja. Terima kasih sudah menjaga dan merawat mama. Plus sekarang ada Aruna yang selalu ada buat Mama. Mama senang sekali. Mungkin rasa bahagia ini yang buat mama cepat sehat dan pu

