Maret di dua tahun usia Abelia, Jepang. Gadis kecil yang tumbuh dengan baik, tak menyangka perkembangan dan pertumbuhannya akan sebagus itu mengingat dulu saat lahir besarnya hanya seukuran boneka Barbie. Sekarang fisik Abel setara dengan tubuh anak gadis seusianya yaitu dua puluh delapan bulan. “Abel tunggu sebentar, ya? Kakek mau ke toilet dulu.” Si kecil Abel pun mengangguk, dia duduk tenang di salah satu bangku restoran. Ngomong-ngomong, Abel dijanjikan hari ini dia akan dipertemukan dengan papahnya. Tapi sampai segelas s**u telah Abel habiskan pun tak ada yang datang, belum lagi Kakek Kusumo berpamitan ke toilet. Abel ditinggal sendirian, untungnya restauran itu merupakan salah satu dari harta kekayaan Kakek Kusumo. Lama menunggu, Abel bosan. Dia melipat dua tangannya di atas meja

