Bab 17. perhatian kecil

1014 Kata

Beberapa jam berlalu. Kamar perawatan tetap sunyi, hanya terdengar suara halus mesin monitor yang sesekali berbunyi pelan. Rafa masih tertidur pulas di ranjangnya, napasnya sudah jauh lebih tenang. Namun Sinta tidak benar-benar bisa tidur. Sejak tadi ia hanya memejamkan mata tanpa benar-benar terlelap. Tempat asing selalu membuatnya sulit beristirahat, apalagi pikirannya masih terlalu penuh. Tentang Rafa, tentang kecelakaan dan tentang Rama. Sinta membuka matanya perlahan, ia memastikan Rafa masih tertidur, lalu dengan sangat hati-hati melepaskan pelukannya agar anak itu tidak terbangun. Sinta duduk di tepi ranjang beberapa detik, dadanya terasa berat. Akhirnya ia berdiri pelan dan keluar kamar tanpa suara. Ia hanya ingin berjalan sebentar, mungkin membeli kopi di kantin yang meman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN