“Kamu hati-hati ya.” Kanaya mencium pipi suaminya yang hendak berangkat ke kantor. “Kamu baik-baik di rumah. Ajak Keyla jalan-jalan di sekitar taman, tapi ingat jangan bermain terlalu jauh,” ucap Steve sambil mengusap rambut Naya. Kanaya mengangguk. “Baik. Kamu pulang jam berapa?” “Hm, seharusnya sore sudah sampai rumah. Hari ini aku juga akan meminta polisi mencari tahu keberadaan orang tua Keyla, mereka meminta foto Keyla dan juga beberapa keterangan saat kamu menemukan dia di depan lift kantor. Tapi, semua sudah aku urus, kamu hanya tinggal menjaga Keyla di rumah, oke?” tutur Steve. “Syukurlah, tapi ...” mendadak Naya menjadi murung. “Tapi, kenapa? Apa ada yang mengganjal di hatimu?” Steve mengusap sebelah pipi Naya dengan halus. Naya menatap kedua mata Steve dengan cukup dalam.