Author's POV "Sarapan dulu ya, Mas temani?" kata Andrean. Ia yakin kalau istrinya pasti belum sarapan karena kemarin-kemarin juga sarapan di rumah sepulang kerja malam. Embun yang memang lapar mengiyakan. Keduanya pergi ke belakang. Mbok Darmi tidak ada karena sedang menyapu kebun belakang bersama Pak Karyo. Di atas meja sudah tersedia, urap, ayam goreng, dan kering tempe, juga segelas teh yang masih panas. Tampaknya Mbok Darmi baru saja membuatkan untuknya. Itu menu sarapan yang sama, di makan Andrean pagi sebelum berangkat menjemput istrinya. "Mas, sudah sarapan?" "Sudah tadi," jawab pria itu tersenyum sambil memperhatikan istrinya yang sedang makan. Sambil makan Embun juga menceritakan pertemuannya dengan mantan mertuanya kemarin pagi. Juga menceritakan pertemuannya dengan Hendriko