"Aku pengen, Ra!" Ara tak paham maksud ucapan Samudra. "Pengen apa?" bisiknya pula. Terasa oleh Ara hembusan nafas kasar Samudra di bawah telingnya yang sedang dikecupi Samudra. Tak ada jawaban dari Samudra, hanya belaian Samudra kini merambat pelan ke arah perutnya. Posisi Ara sudah terlentang kaku . Tubuh Ara berjengit merasakan hangat tangan Samudra kini berada diperutnya dan perlahan naik ke arah dadanya. "A'...," sara pelan Ara terdengar cemas. Perutnya serasa keram. Samudra masih tak bersuara, terus saja mengecupi lembut leher Ara. Kini bibir Samudra telah berada di bawah dagunya, sehingga Ara harus mendongak memperlihatkan jenjang lehernya. Samudra sudah diselimuti oleh hasrat sepenuhnya. Nafas memburu Samudra terasa semakin hangat. Seketika Ara paham arti kata "pengen" yang

