Extra Part MAMD+3

1384 Kata

Ara masih menangis sesunggukan dalam dekapan sang suami. Ada kesal dan takut yang tengah menggelayuti hatinya. Samudra membelai lembut lengan Ara yang malam ini tidur menggunakan daster lengan buntung kegemarannya. "Cuma dua malam, Sayang. Kamu juga nanti boboknya ditemenin Bunda. Kalau ada apa-apa kamu tinggal bangunin." "Ta-pi, sejak a-da Baby A, ki-ta selalu bobok ber-tiga." "Nak, lihat nih, Ibu kamu manja banget," kekeh Samudra sambil mengelus perut Ara pelan. "Kamu jagain Ibu selagi ayah pergi ya, baik-baik di perut Ibu, jangan nakal. Tunggu ayah pulang dulu kalau mau keluar," ucapnya lagi. Ara mendongak menatap wajah Samudra, hidungnya memerah dengan mata sembab yang basah. "Itu salah satu yang aku takutkan, A'. Aku gak mau lahiran tanpa kamu," rengeknya lirih. "Sayang, kem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN