MAMD-17

1840 Kata

"Aku nunggu kamu!" "Nunggu aku? Maksudnya?" Ara membulatkan matanya, merasa heran. Damar memandang Ara dengan serius. Ditatapnya dalam netra Ara yang berwarna hazel. Bagaimana menjelaskan perasaannya pada Ara. Setelah sekian kali menolak dan menyangkal. Apalagi sekarang ada Samudra yang selalu menemani Ara. Walau dari info yang ia dapat secara tak sengaja dari Danisha, Samudra dan Ara belum berpacaran. Tapi Damar paham apa yang terjadi diantara kedua insan ini. Damar mengedikkan bahunya seolah tak acuh. "Samudra apa kabar?" Damar mengalihkan pembicaraan. Belum mau mengungkapkan perasaannya, dia harus yakinkan dulu perasaan Ara yang sesungguhnya. Ara memicingkan matanya. Dia tau Damar mengalihkan pembicaraan. Tapi dia ikuti saja kemauan Damar. "Kak Samudra baik!" 'Kayaknya' sambungny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN