"Assalamualaikum, Ibunya Baby A." Kalimat pertama yang didengar Ara saat matanya mengerjab terbuka. Ia tersenyum sambil menatap netra coklat suaminya yang tengah menggenggam tangannya dan membelai rambutnya. "Waalaikumsalam, Ayahnya Baby A." Ara memindai ruangan tempatnya berada. "Kita masih berada di ruang pemulihan. Bentar lagi dibawa ke kamar." "Kamu udah ketemu Baby A?" tanya Ara pelan. "Udah, semua udah lihat, tapi masih dari balik kaca. Dia masih di ruang bayi untuk observasi lebih lanjut. Kalau semua sehat, nanti barengan sama kamu ke kamar." "Anakku cantik, A'," ucap Ara pelan sambil menyentuh pipi Samudra. "Anakku juga, Sayang. Bikinnya bareng, kan?" tawa pelan Samudra sambil mengecup singkat bibir Ara. Ara membulatkan matanya. "Dia cantik, secantik kamu. Aku gak sabar

