Nathan dan Azkia berjalan beriringan menuju koridor sekolah. Mereka berdua akan pulang karena jam pelajaran sudah usai, Azkia menatap wajah pacarnya itu dari samping. Sebenarnya banyak cowok yang lebih ganteng dari Nathan, lebih santun dan lebih baik attitudenya, tapi entah kenapa Azkia malah sukanya dengan Nathan. Kalau sudah bucin memang tidak ada obatnya. “Kenapa natap aku kayak gitu? Kamu mau ngajakin aku ke semak-semak?” tanya Nathan menatap Azkia. Azkia dengan spontan menggelengkan kepalanya. Sejak tadi yang dibahas Nathan hanya semak-semak, entah maksudnya apa. “Eh Nathan, kok kamu bicaranya jadi aku kamu?” tanya Azkia yang kaget. Nathan memegang pundak Azkia dan memaksa pacarnya itu untuk menatapnya. “Sekarang kita pacaran, gak baik manggilnya lo gue, kaya hubungan sebatas te