Bobby bertatapan dengan Raka. “Sepertinya Freya ngaku ke anaknya kalau dia hamil karena gue,” jelas Raka hingga membuat Bobby terbahak. “Lo udah tes DNA kan, Ka?” “Andre yang inisiatif.” “Untung adek lo cerdas. Bokap lo ganteng doang, boy. Urusan begituan ke cewek cemen dia.” “Jangan sembarangan ngomong depan anak gue.” Bobby tertawa. “Kalau sampai papamu punya anak dari mama yang lain, tinggalin aja Ans.” Raka berdecak sebal. Ia kemudian memilih menelpon untuk menghentikan bualan Bobby. “Ayo, Ans,” ajak Raka. Ans mengikuti ayahnya tanpa bertanya. Ia tadi sempat mendengar ayahnya menyebut nama Markus ketika menelpon. Mereka sampai di sebuah kantor di antara deretan ruko berlantai tiga. Seorang resepsionis menyambut Raka dan langsung mengajaknya ke lantai dua. Seorang laki-laki de

