Ans mati-matian berusaha menahan diri. Ia duduk sejauh mungkin dari ranjang ayahnya. Sekian lama tak berjumpa, ia tak menyangka akan bertemu ayahnya dalam kondisi seperti ini. Ia marah pada ayahnya. Tapi ia juga marah pada dirinya sendiri yang begitu ingin agar ayahnya baik-baik saja. Ia marah pada keadaan yang membuat mereka begini. Keluarganya tak lagi bersama. Ibunya begitu terluka di sana. Sementara ayahnya juga terbaring lemah di sini. Dan Ans masih begitu ingin mereka kembali bersama. Bagaimana pun, kebahagiaan ibunya adalah di sisi ayahnya. Begitu juga sebaliknya. Suasana di kamar rawat itu begitu hening. Raka masih berusaha mengumpulkan potongan kejadian yang membuatnya berbaring di ranjang rumah sakit seperti ini. Ans duduk di kursi menekuri ponselnya. Sedang Ratna, berusaha men

