Julia semakin salah tingkah. Untuk menutupi kegugupannya, dia meraih cangkir teh, tapi ternyata malah menyenggol tehku sehingga membasahi gaunnya. “Aduh! Bagaimana ini?” “Tenang, tinggal dikeringkan saja.” Aku berdiri untuk membunyikan lonceng. Sesudah lonceng berbunyi footmen segera mendatangiku. “Miss Montgomery, apa ada yang bisa kubantu?” “Lady Julia butuh bantuan dari seorang pelayan wanita untuk mengeringkan gaunnya.” “Baik, Miss. Akan kupanggilkan.” “Terima kasih. Siapa namamu?” tanyaku sambil tersenyum. Footmen itu tampak tertegun. “Oh, namaku Wiley, Miss.” “Terima kasih, Wiley.” Wiley segera membungkuk untuk menghormat. “Sudah tugasku. Senang bisa melayani Anda.” Sesudah itu Wiley bergegas keluar. Tak lama dia datang dengan seorang pelayan wanita. Begitu melihatku, Wiley se