"Mas Dhika...," "Anggita...," Keduanya sama-sama terdiam sesaat hingga suara Ranita menginterupsi keduanya. "Mamaa.. ayo cepat ditunggu Daddy," ucap Ranita sambil menarik tangan Anggita. Anggita pun segera sadar dan menatap Ranita. "Iya sebentar sayang," ucap Anggita berusaha menenangkan Ranita. Disisi lain Radhika mematung. Angkasa merasa dirinya bagaikan disambar petir disiang bolong ketika mendapati anak perempuan yang tadi ia tabrak memanggil Anggita dengan sebutan Mama. Radhika mengamati Anggita lekat-lekat dan mendapati memang benar kini Anggita sudah menggunakan sebuah cincin yang Radhika yakin adalah cincin pernikahan di jari manis sebelah kanan tangan Anggita. "Maaf Mas. Saya permisi dulu," ucap Anggita dengan nada formal. Radhika kaget. Radhika tidak pernah menyangka akan

