"Kak, soal ucapanku tentang pernikahan kita kemarin....," Mario menatap Anggita dan menggeleng. "Keputusan aku masih sama Ta," ucap Mario dengan nada lembut. "Aku sungguh-sungguh ingin pernikahan kita ini benar-benar menjadi pernikahan yang sebenarnya. Kita bisa saling mencoba membuka hati Kak," ucap Anggita dengan nada sungguh-sungguh berusaha meyakinkan Mario. Mario mengambil tangan Anggita yang berada di atas tubuh Ranita dan mengenggam erat tangan Anggita. "Kakak nggak mau kalau nanti setelah kita mencoba dan akhirnya gagal, kita hanya akan berakhir saling menyakiti. Menyakiti kamu adalah hal terakhir yang berada dalam pikiranku Anggita," ucap Mario dengan nada lembut. Anggita menunduk mendengar ucapan Mario. "Tapi aku sungguh-sungguh," ucap Anggita dengan nada lembut. "Pernikahan

