Bagi seseorang yang pernah berkubang dalam penyesalan karena kesalahan yang sudah diperbuat sehingga merusak semua hal yang berada dalam hidupnya maka seutas tali walau setipis apapun akan memberi harapan kalau ia bisa keluar dari kubangan penyesalan dan menyelamatkan diri naik ke daratan kebahagiaan. Si pendosa layak bahagia tapi si orang suci juga tidak mungkin tidak merasakan menderita. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, ketiga, keempat, kelima ataupun kesempatan yang kesejuta kalinya tapi masalahnya adalah apakah yang bersangkutan masih mau memberikan kesempatan atau tidak. Karena semua kembali pada si pemberi kesempatan. Pernah gagal bukan berarti akan kembali gagal. Penah salah bukan berarti akan kembali salah. Seharusnya pernah gagal dan pernah salah menjadi pelajar

