"Wajah kamu kenapa Dhik? Kamu habis berantem sama siapa?" tanya Leticya dengan nada khawatir. "Bukan urusan kamu dan kamu nggak perlu tau. Kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya Radhika dengan nada datar. Leticya yang kini terbaring lemah diatas ranjang rawat inapnya tersenyum tipis sambil menatap ke dua orang di sisi kanannya yang duduk bersebelahan. Leticya sudah tidak mampu bangun dari ranjang rawat inapnya lagi. Tubuhnya semakin melemah. Selang infus masih setia berada ditangannya dan selang oksigen berada di hidungnya. Wajah Letica pucat dan jelas terlihat Leticya semakin lemah. "Kemoterapi yang aku jalani terakhir sudah tidak memberi efek signifikan. Aku sudah menyerah pada penyakit ini. Mungkin ini salah satu karma yang aku terima karena sudah merusak rumah tangga kalian," ucap

