Bab 115

2009 Kata

Mario : Tempatnya berubah. Ketemunya jadi di Chiara, jam 2 Siang. Thank you Bro. Angkasa membaca pesan yang Mario kirimkan sambil menyeringai sinis. Sejenis seringai sinis yang mematikan Dan membuat orang akan bergidik ngeri dan menerka-nerka apa yang sedang berada didalam kepala Angkasa. Angkasa sudah bertahun-tahun memendam keinginannya untuk membuat 'karya seni' khusus untuk Radhika. Angkasa bertahun-tahun mencoba mengendalikan dirinya walau disetiap tangis Anggita terselip nama Radhika yang selalu menjadi penyebab Anggita menangis. Angkasa menahan diri karena Anggita mati-matian menahannya. Anggita tau Angkasa tidak akan membuatnya mudah jika Angkasa sudah bertindak maka dari itu Anggita menahan Angkasa namun kini Angkasa sudah tidak bisa menahan diri. Rasanya melihat Anggita kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN