Bab 114

1146 Kata

Anggita berjalan dengan perlahan namun tetap lurus kedepan. Anggita meninggalkan Leticya dan Lyana yang masih ditempatnya. Anggita menghela nafas panjang. Anggita berusaha berjalan dengan baik namun kakinya semakin terasa lemas. Anggita berakhir duduk di sebuah kursi yang berada didekat kamar rawat inap Devano. Angkasa yang menunggu kedatangan Anggita pun menjadi khawatir karena Anggita tidak kunjung naik ke ruang rawat inap Devano padahal Mario sudah memberi kabar bahwa dirinya sudah menurunkan Anggita sedari tadi. Angkasa pun memutuskan keluar mencari Anggita dan terkejut ketika mendapati Anggita duduk disebuah kursi tidak jauh dari kamar rawat inap Devano dengan tatapan kosong. "Ta," panggil Angkasa dengan suara pelan namun jelas ada wajah khawatir Angkasa tercetak disana. Anggita y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN