Anggita memandang wajah Ranita yang tertidur dengan lelap Wajah Ranita sekilas memang mirip Radhika. Anggita tidak bisa menepis kenyataan itu karena memang darah Radhika mengalir dalam tubuh Ranita. Anggita terdiam memandangi Ranita. Hingga sebuah ketukan membuyarkan lamunannya. Anggita berjalan ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya. Anggita sedikit terkejut mendapati Devano berdiri didepan pintu kamarnya saat ini. "Kamu sudah mau tidur?" tanya Devano dengan nada lembut. Anggita menggelengkan kepalanya sambil menjawab "Belum Pa," Devano pun tersenyum tipis. "Boleh temani Papa ke belakang sebentar? ada yang Papa ingin bicarakan dengan kamu," Anggita pun mengangguk dan keluar dari kamarnya lalu menutup pintu kamarnya. Anggita mengikuti Devano ke teras belakang rumah peninggalan Omany

