Part 144

2101 Kata

"Kita semua akan merasa mengartikan betapa berartinya seseorang ketika orang itu tiada." **** Rumah sakit Jhonson Hospital menjadi pelarian Marcelle membawa ibunya yang jatuh pingsan di depan matanya. Sambil mendekap adik bungsunya keduanya saling menguatkan satu sama lain. Sedangkan saudara Bella yang lain memilih mencari tahu alasan apa yang membuat Daddy mereka dan Jesika bertindak tidak masuk akal selama dua hari ini. Kejadian ayah mereka mungkin bukan kali pertama, melainkan keselian kalinya. Hanya saja ibu mereka terlalu sabar menghadapi sosok Rafael Ar-Rasyid. "Tidak perlu kalian cari tahu. Alasannya semua ada di surel yang aku kirimkan." suara Reno dan Martin yang kompak membuat mereka semua bergeram membuka surel masing-masing sedangkan Marcelle dan Bella tidak peduli apa pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN