“Masyaallah… Selamat nak atas kehamilannya. Mama ikut seneng dengernya,” seru Risma sambil memeluk Celine. Risma menangis bahagia mendengar kehamilan Celine. Tangannya mengelus lembut perut menantu pertamanya yang masih datar. “Makasih Mama.” “Akhirnya cucu Mama nambah lagi,” ucapnya bahagia. “Ngga lama lagi Pamella lahiran, terus tahun berikutnya kamu yang lahiran. Alhamdulillah. Makin ramai nih dirumah.” “Apa Mama pindah ke rumah yang lebih besar lagi ya, Biar cucu cucu kesayangan Oma dapat kamar masing-masing,” Celine dan Pamella tertawa. Begitu juga dengan Desiana dan Abraham yang ikut tertawa. “Ngga harus sampai pindah rumah juga dong Ma. Lagian buat apa? Kan kita udah punya rumah sendiri. Kalaupun pulang kesini hanya menginap semalam dua malam Ma. Sayang uangnya kalau pindah ruma