Pria bertopeng itu melihat ketakutan di wajah Brandy. Dia pun mengerti, kalau Brandy sepertinya salah paham, mengira dirinya bagian dari kelompok penculik. Gelombang kerinduan tiba-tiba menyergapnya. Kepolosan inilah yang membuatnya jatuh cinta setengah mati pada wanita ini, duluuu sekali. Sekarang pun dia masih sangat mencintai wanita itu. Tiba-tiba ada dorongan untuk menunjukkan identitasnya yang sebenarnya pada Brandy, tetapi dia buru-buru menahan diri. Ini belum waktunya. Kesalahan itu masih sangat membekas di hati Brandy, dan pasti masih sulit bagi wanita itu untuk memaafkan dirinya. “Apa yang kamu inginkan dariku?” Tanya Brandy, memberanikan dirinya, melihat pria bertopeng itu hanya menatapnya tanpa bicara. Bibir pria bertopeng itumenyunggingkan senyum tipis. "Kita akan bicara n