Ai memasuki ruang inap sang suami. Hari ini Evra sudah diizinkan pulang. Baik Aisyah maupun Evra sama-sama punya pikiran yang memenuhi kepala mereka. Keduanya dibalut keheningan di dalam ruangan itu. Ai mengemasi barang-barang sang suami dengan keadaan bungkam. Evra pun dalam keadaan yang sama. Namun Evra tak mampu bertahan lebih lama dalam keheningan. Ketika Ai berlalu melewatinya, Evra langsung meraih lengan sang istri, kemudian ditariknya Ai dengan lembut ke dalam dekapan. Evra memeluk pinggang Ai dari belakang, menyandarkan wajahnya ke kepala Ai. "Ai.." ucap Evra pelan namun terdengar berat dan penuh makna. Jantung Ai seperti berhenti berdetak. Tubuhnya menegang dan waktu terasa berhenti. "Mas harus gimana, Ai? Mas harus gimana?" Evra berbisik dengan sangat lirih. Lirih hingga teras

