Pagi- pagi sekali Kinan sudah bangun dan membereskan beberapa pakaian ke dalam kopernya untuk di bawa ke perjalanan dinas sesuai dengan jadwal yang di berikan Bagas kemarin. Kinan mulai memasak sarapan pagi untuk dirinya sendiri dan kemudian mandi lalu menunggu Bagas datang menjemput dirinya untuk ke Bandara bersama. Kini, waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. Kinan sudah rapi dengan setelan celana panjang dan kemeja serta blazer yang membuat Kinan semakin terlihat cantik. Tok ... Tok ... Tok ... Suara ketukan pintu depan apartemen milik Kinan terdengar sangat keras. Mungkin yang mengetuk pintu terlalu bersemangat sekali. "Pak Bagas sudah datang. Masuk dulu Pak, Kinan baru sarapan. Mau cicip sarapan buatan Kinan?" tanya Kinan pada Bagas yang terlihat datar dan mengangguk k

