48

1133 Kata

"Dika? Boleh minta tolong ...." ucap Kinan tiba - tiba. Kinan tadi memang mengulum senyumnya dan menahan ketawanya saat melihat Dika mencium punggung tangannya. Dika mendongak menatap Kinan. Wajah Kinan masih terlihat pucat dan sendu. Gadis yang belum lama ia kenal ini sudah bisa menaklukan hati Dika. "Minta tolong apa?" tanya Dika dengan suara pelan. "Kinan mau teh manis panas. Biasanya Ibu selalu membuatkan mitu, bila Kinan sakit dan Kinan akan lebih baik," ucap Kinan lembut. "Teh manis panas? Hanya itu? Atau ada lagi? Biar sekalian aku bawakan, Kinan?" tanya Dika pelan. Dika senang sekali jika Kinan meminta tolong pada diriny. Ini adalah kesempatan untuk melakukan yang terbaik dan sempurna. Setidaknya Dika ingin memperlihatkan bahwa dirinya benar - benar serius mencintai Kinan. "Ek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN