Bagas sudah melajukan mobilnya menuju restaurant favoritnya selama ini. Tidak ada yang tahu, Bagas sering ke restaurant ini jika sedang ingin menyendiri. Bahkan mantan pacarnya dulu tak pernah bisa menemukan Bagas jika Bagas menghilang begitu saja dan mematikan ponselnya sebagai bentuk penghilangan dirinya. Keduanya saling diam dan tak ada yang membuka pembicaraan. Kinan yang sejak tadi duduk dengan sedikit tegang menatap ke arah jendlan sebelah kiri dengan pandangan ke arah luar jendela kaca mobil milik Bagas. Sedangkan Bagas begitu fokus menyetir dan sesekali melirik ke arah Kinan yang diam saja. "Kenapa diam saja. Kayak lagi sakit gigi aja," ucap Bagas sekenanya. Kinan menegakkan duduknya dan melirik sekilas ke arah Bagas. "Kita mau kemana sih, Pak," tanya Kinan bingung. "Menurut k

