Bagas sengaja memperlambat buka kemejanya dan tatapannay tetap ke arah Kinan yang wajahnya masih tertutupi oleh bantal. "Udah belum sih? Malah diam saja," ucap Kinan setengah berteriak karena suaranya tentu hanay menggema di dalam bantal. Bagas malah ingin menggoda Kinan dan berjalan ke arah Kinan lalu berdiri tepat di depan Kinan. "Pak? Pak Bagas? Jangan main -main sama Kinan dong," ucap Kinan memelas. Suaranay terdengar sendu dan perlahan bantal itu di turunkan lalu menatap Bagas yang kini tepat ada di depannya. Tubuh Bagas setengah polos hanya memakai kaos dalam berwarna putih. Kinan melotot dan mendongakkan wajahnya menatap Bagas yang sedang menaik turunkan alisnya dengan sengaja. "Arghhhh ... Bapak!!" teriak Kinan kemudian langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

