PM -13-

496 Kata

Venzo menghela, ternyata hanya ruang keluarga yang belum dirapihkan. Saat kakinya akan melangkah ke kamar, jidat dia beradu dengan jidat Sanders. "Aww… " ucapnya bersamaan. "Kakak bukannya langsung ke depan!" Sanders tak mengindahkan, dia hanya menjawab, "Kakak perlu minum dulu." Sanders berlalu ketika Venzo masih mematung di tempatnya, dia tak menyadari bahwa Venzo memperhatikan pergelangan tangan yang dilakban serta matanya yang sanga sembab. "Kak Sanders pasti sudah melalukan suatu hal nih," katanya.     "Ohh maaf Pak, saya lama yah. Jadi ada apa?" tanya Sanders. "Begini Sand, tolong sampaikan kepada Martha untuk mengecek berkas-berkas ini apakah sama dengan gambar yang telah Martha kirim ke saya, ini sudah meresahkan, apalagi gaya Tander seperti pengusaha pada umumnya. Jadi mohon da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN