Walaupun sudah diperingati oleh Leo untuk tidak bekerja, namun Tamara tidak mendengarkan ucapan Leo dan memilih bekerja hari ini. Leo bukan siapa-siapa di hidupnya yang bisa mengatur hidupnya. Dengan giat Tamara mulai membersihkan rumah makan ini, melayani pemesanan pelanggan, dan cuci piring. Hingga tak terasa sebentar lagi waktunya pulang kerja, masih ada satu pembeli lagi yang baru saja masuk ke rumah makan. Tamara pun menghampirinya dengan senyum ramah dengan membawa catatan kecil dan pulpen. "Mau pesan apa, Pak?" "Nasi goreng dan teh, ada?" "Ada, Pak. Tunggu sebentar, pesanannya akan disiapkan." Tamara pun berbalik badan dan berjalan ke arah dapur sambil meletakkan catatan tadi di atas meja agar pemilik warung makan yang bertugas menjadi tukang masak bisa melihatnya. "Pria tempo

