Perjuangan Nila untuk melahirkan anak pertama sangat dihargai oleh Faraz. anaknya yang lahir jam setengah enam pagi. Menunggu Nila kesakitan sepanjang malam benar-benar dirasakan olehnya sebagai seorang suami. Andai dia bisa membagi rasa sakit itu, tentu saja kalau Faraz ingin merasakannya juga. Tidak tega melihat istrinya terus menangis kesakitan seperti semalam. Anaknya yang lahir dengan berat tiga kilogram yang baru saja selesai dibersihkan oleh petugas rumah sakit yang membantu Nila dalam persalinan. Rasanya dia sangat bahagia ketika istrinya bisa melewati semua ini. Nila yang terus mengerang kesakitan. Ketika melahirkan pun Nila meminta dipeluk dan menggigit bahu Faraz saat mencoba untuk mendorong bayinya agar keluar. Beberapa luka bekas cakaran dan gigitan Nila itu tak sebanding de