Devon tak perlu menunggu jawaban Denzel karena ia yakin jika Denzel tak akan begitu saja mau menerima keputusan sepihak nya. Memilih beranjak berdiri dan berpamitan pada lelaki itu, "Denz.... Aku harus pulang. Selamat malam." Denzel masih terpekur dalam diam. Mencoba menahan emosi nya agar tak kelepasan. Ingin rasanya Denzel menahan Devon agar tak pergi meninggalkannya. Tapi Denzel tak yakin jika semua rayuan nya akan mempan untuk Devon. Saat ini yang ada dalam hati Devon hanya lah perempuan yang sangat Denzel benci. Punggung Devon tak terlihat lagi, Denzel menghela nafasnya. Haruskah sesakit ini karena ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi? Sementara itu, di dalam mobil nya, Devon masih tak bergeming duduk terdiam di atas jok mobilnya. Memang tadi dia tak sanggup jika harus be

