Arumi berbalik, tatapannya terkunci pada lelaki yang kini terdiam memandangnya lekat. "Kalau kamu butuh bahu, kemari anggap saja sebagai tanda persahabatan kita." ujar Joshua. Dia tidak bermaksud apa-apa, dengan harapan Arumi tidak menganggap dirinya cepu tak tahu diri mengatakan hal bodoh pada Kookie yang malah menyulut emosi seorang Kookie. Gadis di depannya memalingkan muka, terlihat menyeka air mata dan tersenyum. "Apa aku terlalu gampangan? Rasanya dengan dia meragukan apa yang aku lakukan selama ini, aku ingin menyerah. Tapi, kenapa nggak bisa." "Karena kamu mencintainya." "Sesakit ini?" ujar Arumi kembali meneteskan air mata. Joshua diam. Arumi lagi-lagi menyeka air matanya, tatapan Arumi kini terfokus pada Joshua, keduanya saling bertatapan. "Bisakah kamu diam disana sebentar

