My Ice Boss – 54

1495 Kata

Langit di luar jendela masih gelap. Jarum jam baru menunjukkan pukul 04.30 pagi. Namun Dinni sudah terlihat sibuk merecoki sang ibu untuk memasakkan bekal untuknya. Dengan menahan kantuk, sang ibu pun mulai memasak berbagai menu yang disebutkan oleh putrinya itu. Dinni sendiri juga tampak sibuk dan bersemangat sekali membantu sang ibu dalam mempersiapkan bahan-bahannya. Dinni mengambil bagian yang enteng-enteng saja seperti mencuci dan mengupas dan memotong-motong bahan yang diperlukan. “Sebenarnya kenapa sih, Din... kamu akhir-akhir selalu munta dimasakin setiap pagi? Biasanya juga Ibuk tawarin kamunya malah nolak,” ucap sang ibu seraya mengulek sambal lado matah di batu ulekan. Dinni tersenyum kecil. “Hehe ... iya, Buk! dulu aku emang nggak suka dan malas bawa bekal, tapi sekarang aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN