38 - Mencapai Pemahaman

1227 Kata

"Winter!" "Musim Dingin telah tiba!" Mengikuti satu anak panah es baru melesat, sebuah gumam terdengar dari sudut arah puncak perbukitan, bersama gumam pula, dua anak panas es tambahan menyusul terlepas untuk menerobos dua kepala Spirit Beast tersisa tengah mengepung Aurega. "Teknik ini, tak salah lagi…!" Seolah lekas paham siapa baru menolongnya dengan melesatkan anak panah terbuat dari Mana Es padat nan murni, Aurega mengalihkan pandangan ke wilayah puncak perbukitan. "Terimakasih Nona Issabela!" ucap Aurega, menampilkan raut wajah tulus. Juga kagum disaat bersamaan. 'Kakak dari Pejuang Agung memang luar biasa!' Melanjutkan gumam dalam hati, Aurega memuji kemampuan Issabela, bagaimanapun juga, Nona Muda Pertama House Alknight tersebut, baru saja menghabisi nyawa tiga sosok Spirit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN