Semakin dekat dengan bukit tertinggi, sarang naga, menyambut visi Theo dan Sasi, itu adalah sosok-sosok Naga Sejati dengan tubuh menjulang nan perkasa, dimana sempat seperti tengah meringkuk tidur pada beberapa sudut lembah bukit, kini mulai membuka mata untuk mengangkat kepala masing-masing. Berjumlah ratusan, para Naga Sejati, memiliki target sama dalam tiap tatapan tajam mereka, yakni salah satu dari Naga Sejati tengah terbang dalam rombongan melintas langit. Sapuan tajam makhluk-makhluk kuno nan melegenda ini, sebenarnya bukan ditujukan untuk satu dari jenis mereka tersebut. Melainkan dua sosok yang saat ini tengah diberi tunggangan pada punggung. Dua makhluk asing yang tengah memasuki wilayah mereka. Theo dan Sasi. "Grrrrr….!!!" "GRRRR….!" "RRRRRWWHH…!!" Sempat memberi lemparan

