“Maaf tadi gue emosi,” ucap Ilham menyesal. Sekarang mereka sudah hampir sampai di pusat kota. Kegiatan utama hari ini selain Ilham ingin menikmati waktu berdua saja dengan Icin adalah untuk mencari cincin yang pas. Tidak menarik sama sekali kalau nanti mereka cari cincin nikah tapi gayanya seperti musuh. “Ga apa-apa, kita jangan berantem lagi, ya.. ngeri gue sama emosi kita,” ucap Icin memberikan senyumnya kemudian menyodorkan salah satu sumber perkara di antara mereka, minuman yang tadi. “Bukain tolong,” ucap Ilham tersenyum. Ia juga menyadari betapa bahayanya emosi mereka berdua kalau datang di waktu bersamaan. Bisa hancur kembali Hirosima dan Nagasaki. Ilham menerima botol yang sudah di bukakan oleh Icin tutupnya kemudian menandaskan isinya. “Lo nanti mau mampir ke kosan?” tanya Ilh

